jump to navigation

Manajemen Resiko July 14, 2010

Posted by Cut Nuraini in Manajemen Keuangan.
Tags: , , , ,
trackback

Hidup kita selalu dikelilingi oleh resiko, baik yang besar maupun yang tidak. Pada saat kita memutuskan untuk tidak membawa payung, kita menghadapi resiko kemungkinan kita akan kehujanan. Ini dapat kita sebut resiko yang tidak besar.

Namun, apa yg terjadi jika anda mengalami situasi seperti ini : Saat ini anda adalah seorang karyawan/ karyawati di sebuah perusahaan dan memiliki penghasilan untuk membiayai diri sendiri. Bagaimana jika Anda jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit untuk waktu yang cukup lama dan perawatan medis yang mahal ?

Atau Anda adalah kepala keluarga dari seorang instri dan dua orang anak usia sekolah yang saat ii bekerja untuk membiayai kehidupan keluarga Anda. Apa yang terjadi jika Anda menderita cacat dan tidak dapat bekerja lagi untuk menghidupi keluarga Anda ?

Ini merupakan dua contoh resiko besar. Dalam menghadapi setiap resiko, setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda. Ada beberapa cara pengelolaan resiko yang digunakan untu mengendalikan tingkat resiko finansial yang dihadapi, yaitu :

1. AVOIDING RISK (MENGHINDARI RESIKO)

Cara pengelolaan resiko yang paling mudah adalah menghindari resiko sama sekali. Contoh: Untuk menghindari resiko jatuh sakit , maka seseorang akan menjaga stamina tubuh dengan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga secara teratur dan tidak merokok serta tidak mengkonsumsi minuman alkohol

2. CONTROLLING RISK (Mengedalikan Resiko)

Kita dapat berusaha mengendalikan resiko dengan mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah dan mengurangi resiko tersebut. Contoh : Untuk mengurangi resiko kecelakaan saat membawa kendaraan, maka seseorang akan memastikan bahwa kondisi ban, rem, kopling dan mesin mobil/ motornya dalam keadaan baik, memakai sabuk pengaman, mengendarai dengan hari-hari serta mematuhi rambu lalulintas.

3. ACCEPTING RISK (Menerima Resiko)

Secara sederhana, menerima resiko sama dengan menanggung seluruh tanggungjawab finansial atas resiko yang terjadi tersebut. Contoh : seseorang tidak mengasuransikan rumahnya terhadap resiko kebakaran, dan akan bersedia menanggung kerugian jika terjadi resiko kebakaran terhadap rumahnya.

4. TRANSFERRING RISK (Mengalihkan Resiko)

Apabila seseorang mengalihkan resiko ke pihak lain, maka ia akan mengalihkan tanggungjawab finansial atas resiko tersebut ke pihak lain yang, yang umumnya atas dasar pemberian imbalan. Cara yang paling umum bagi seseorang , keluarga atau perusahaan untuk mengalihkan resiko adalah dengan membeli pertanggungan asuransi. Resiko kerugian finansial tersebut dialihkan ke perusahaan asuransi, dan apabila terjadi suatu kerugian yang spesifik, perusahaan asuransi tersebut akan membayarkan sejumlah uang, asalkan perusahaan asuransi tersebut telah menerima sejumah uang, yang disebut sebagai premi

Ayo, mari selamatkan aset paling berharga kita, dengan ikut asuransi !

MARI BERASURANSI !

(bersambung ke : Fakta KEhidupan dan Asuransi Syariah)

About these ads

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 861 other followers

%d bloggers like this: